Kram Perut Sebab Haid atau Hamil?

Kram adalah nyeri yang terjadi karena kontraksi pada otot yang berlebihan. Kontraksi yang berlebihan ini dapat terjadi pada otot dinding perut atau otot yang menyusun organ dalam seperti otot di sekitar usus dan otot di Rahim. Kram perut bisa terjadi karena sedang haid atau sebagai tanda hamil. Hal tersebut wajar karena ketika haid kondisi Rahim sedang mengalami peluruhan. Begitu juga Rahim yang menjadi tempat pertumbuhan janin dan plasenta saat hamil.

Bagi wanita yang siklsus haidnya teratur tentu tidak sulit untuk membedakan kram yang dialaminya, namun bagi yang memiliki siklus haid tidak teratur perlu mengetahui beberapa perbedaan keduanya. Berikut perbedaannya :

  1. Kram tanda hamil

Kram yang dialami ini biasanya sering terjadi pada awal kehamilan trimester pertama dan kedua, namun ada beberapa wanita yang juga merasakan pada trimester ketiga. Kram yang dirasakan sering terjadi karena kegiatan yang dilakukan berlebihan seperti sering berpergian menggunakan motor, mengangkat barang berat, sering naik turun tangga, dan melakukan gerakan secara tiba-tiba seperti hendak bangun tidur. Sebaiknya bangun tidur dalam posisi keadaan miring.

Biasanya kram yang dialami pada wanita hamil tidak teramat nyeri, rasa kram dapat berkurang ketika beristirahat cukup dan minum air hangat. Apabila wanita hamil merasakan kram ini, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan. Karena kemungkinan janin tidak berkembang.

 

Tanda kram pada kemungkinan hamil yaitu terlambat haid, mual dan muntah, mudah lelah, suhu tubuh lebih hangat atau meningkat, perubahan ukuran payudara, dan sering buang air kecil, ngidam, konstipasi atau sembelit. Sedangkan tanda pasti yaitu terdapat gerakan janin (quickening), denyut jantung positif, pemeriksaan USG terlihat gambaran janin.

  1. Kram tanda haid

Kram perut dapat terjadi karena tubuh mengalami haid. Selama periode berlangsung, kontraksi dinding rahim lebih kuat dari biasanya dan sering terjadi karena perubahan kadar prostaglandin (hormon yang merangsang rahim berkontraksi sehingga meluruhkan lapisan rahim), hal ini akan memicu oksigen tidak akan mengalir sampai ke otot rahim sehingga menyebabkan kram. Kram terjadi 1 atau 2 hari menjelang menstruasi.

Kram ini diikuti nyeri perut bagian bawah hingga ke punggung bagian bawah, selain itu payudara juga membengkak dan terasa nyeri terutama sisi terluar, sebagian wanita mengalami jerawat, sakit kepala, sulit berkonsentrasi dan terdapat tekanan pada panggul. Apabila tanda haid, aliran darah akan terasa lebih berat, warnanya bervariasi ada merah darah, coklat dan merah tua, teksturnya ada cair dan kental, kadang disertai gumpalan darah.

Untuk meredakan kram haid dapat dengan meletakkan botol berisi air hangat atau handuk hangat di perut bawah atau punggung bawah, beristirahat cukup, menghindari makanan yang mengandung kafein, menghindari merokok dan minuman alkohol.